Loading...

Selasa, 19 Juli 2011

contoh makalah perekonomian indonesia



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perubahan umum perekonomian yang dialami suatu negara sering menjadi bahan pembicaraan, baik di kalangan ilmuwan, ekonom, pejabat pemerintah, maupun masyarakat yang tertarik sebagai pemerhati ekonomi. Berbagai media massa sering memuat berita besar mengenai perubahan ekonomi yang dialami suatu negara, seperti inflasi, pengangguran, kesempatan kerja, hasil produksi, dan penanaman modal.
Setiap negara senantiasa mengharapkan agar perekonomian yang dicapai mengalami peningkatan terus-menerus. Peningkatan perekonomian tersebut akan memupuk investasi serta kemampuan teknik produksi agar hasil produksi terus meningkat. Jika hasil produksi meningkat, perekonomian mengalami pertumbuhan, serta memberikan kesejahteraan ekonomi yang lebih baik bagi penduduk negara tersebut. (LPEM FE-UI: 2010)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor. Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut. (Samuelson: 2009)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil. (Eny: 2011)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll. Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). (LPEM FE-UI: 2010)
Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. (Samuelson: 2009)
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
  • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
  • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
  • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (XM)
Akan tetapi, harus dibedakan antara istilah pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan pembangunan ekonomi (economic development). Pertumbuhan ekonomi biasanya hanya menyangkut ukuran fisik berupa peningkatan hasil produksi barang dan jasa (gross national product). Adapun pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dengan peningkatan fisik saja, tetapi juga sudah memerhatikan peningkatan kualitas produksi, peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat, serta perubahan struktur atau pola ekonomi yang dijalankan. Berikut adalah gambaran umum mengenai perbedaan antara pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi. (LPEM FE-UI: 2010)

No.
Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan Ekonomi
1
2
3
4
Kenaikan jumlah hasil produksi berupa barang dan jasa.
Kenaikan jumlah GNP dari tahun ke tahun dan memerhatikan apakah persentase kenaikannya lebih besar atau lebih kecil daripada persentase kenaikan jumlah penduduk.
Kenaikan GNP dari tahun ke tahun tidak disertai dengan perubahan struktur ekonomi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kenaikan GNP tidak disertai peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan
Peningkatan kualitas hasil produksi
Kenaikan persentase jumlah GNP lebih besar daripada persentase kenaikan jumlah penduduk.
Peningkatan GNP dari tahun ke tahun disertai perubahan struktur ekonomi dari tradisional menjadi modern, serta ditandai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kenaikan GNP disertai peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pendapatan, dan pertumbuhan jumlah penduduk.

Di era globalisasi pasar modal / bursa efek merupakan pendanaan yang cukup penting. Pasar modal dapat diibaratkan dengan mall atau pusat perbelanjaan, hanya saja yang membedakan hanya barang yang diperjual belikan. Pasar ini berfungsi untuk menghubungkan investor, perusahaan, dan institusi pemerintah melalui perdagangan instrument keuangan jangka panjang. Pada pasar modal pelakunya dapat berupa perseorangan maupun organisasi / perusahaan. Bentuk yang paling umum dalam investasi pasar modal adalah saham dan obligasi. Saham dan obligasi dapat berubah-ubah nilainya karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Saat(Eny: 2011)
Akhir-akhir ini, pasar modal menjadi isu penting dalam perjalanan ekonomi kita. Kita dapat melihat negara China, hampir sebagian besar penduduknya ikut terlibat dalam perdagangan saham, bahkan para petani di sana ikut jual beli saham. Akan tetapi, ditengah hiruk pikuknya pemberitaan, banyak masyarakat kita yang belum tahu tentang hal tersebut. Investasi mempunyai banyak fungsi, secara makro ekonomi sebagai sarana pemerataan pendapatan. Masyarakat dapat menikmati keuntungan dari perusahaan walaupun mereka bukan pendiri atau pengelola, yaitu dengan membeli saham perusahaan tersebut. Sehingga keuntungan perusahaan dapat dinikmati masyarakat umum dengan bantuan pasar modal.
Aktivitas yang sekarang di identikkan sebagai aktivitas pasar modal sudah di mulai sejak tahun 1912 di Jakarta. Aktivitas ini pada waktu itu dilakukan oleh orang-orang Belanda, di Batavia yang di kenal sebagai Jakarta sekarang. Sekitar awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salah satu sumber dana adalah dari para penabung yang telah di kerahkan sebaik-baiknya. Para penabung tersebut terdiri dari orang-orang Belanda dan Eropa lainya yang penghasilannya sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi. Atas dasar itulah maka pemerintah kolonial waktu itu mendirikan pasar modal. Setelah mengadakan persiapan, maka akhirnya berdiri secara resmi pasar modal di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912 yang bernama Vereniging Voor De Effectenhandel (bursa efek) dan langsung memulai perdagangan. Efek yang di perdagangkan pada saat itu adalah saham dan obligasi perusahaan milik perusahaan Belanda serta pemerintah Hindia Belanda. Bursa Batavia dihentikan pada perang dunia yang pertama dan di buka kembali pada tahun 1925 dan menambah jangkauan aktivitasnya dengan membuka bursa paralel di Surabaya dan Semarang. Dan aktivitas ini terhenti pada perang dunia kedua.
Pasar modal memberikan peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer).Dengan adanya pasar modal maka perusahaan publik dapat memperoleh dana segar masyarakat melalui penjualan Efek saham melalui prosedur IPO atau feel / obligasi. (Marzuki Usman, Widjanarko, dan Sjahrir: 1990)
Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Jadi diharapkan dengan adanya pasar modal aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.
Keberadaan pasar modal dalam perekonomian modern sudah tidak dapat terelakkan lagi bagi seluruh negara di dunia ini, tidak terkecuali di Indonesia. Tingginya permintaan akan barang dan jasa akibat dari semakin banyaknya umat manusia di dunia ini membuat perusahaan, baik yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan, harus mampu memenuhi semua order yang diinginkan masyarakat dunia secara global. Di Indonesia, negara yang masuk dalam kategori negara berkembang, kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya perusahaan-perusahaan baru yang bermunculan di Indonesia, baik domestik maupun asing, karena pangsa pasar yang potensial ada di Indonesia. (Eny: 2011)
Pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia. Keberadaannya yang semakin berkembang semakin membuktikan bahwa pasar modal semakin dibutuhkan sebagai bagian dari realisasi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat baik barang maupun jasa. Kebutuhan perusahaan dalam hal modal dapat terealisasikan manakala perusahaan tersebut berkecimpung di pasar modal Indonesia.
Pasar modal memiliki posisi yang sangat penting dan vital dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Kemajuan teknologi serta tingginya arus globalisasi membuat pasar modal Indonesia dapat menjadi icon pasar modal Asia Tenggara. Perkembangan pasar modal tersebut tidak akan dapat terealisasikan apabila tidak ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat bagi pasar modal Indonesia. Peran pemerintah dapat berupa menciptakan stabilitas politik dan hukum, stabilitas iklim investasi Indonesia, dan sebagai pelindung dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi. Sementara masyarakat dapat berpartisipasi dengan menginvestasikan sahamnya di pasar modal. (Adler Manurung: 2009)
Secara umum, ada tiga cara alternatif investasi bagi masyarakat Indonesia dewasa ini. Ketiga alternatif tersebut adalah tabungan, asuransi, dan invetasi pasar modal. Invetasi di pasar modal memiliki risiko yang tinggi (high risk) namun memberikan keuntungan yang tinggi pula (high return). Dengan berinvestasi di pasar modal dalam bentuk saham, kebutuhan perusahaan akan modal (selain obligasi) akan terealisasikan sehingga perusahaan dapat meningkatkan produktivitasnya dan mampu menghasilkan output yang berkualitas. Selain itu, masyarakat dapat mempunyai hak milik perusahaan dalam bentuk persentase saham sehingga hal ini mendorong pemerataan pendapatan masyarakat. (Eny: 2011)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pendapatan Masyarakat
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
Makroekonomi adalah studi tentang perilaku ekonomi secara keseluruhan. Hal ini alami sehingga kita beralih kepada suatu analisis terhadap komponen terbesar dari GDP, konsumsi dan investasi. Disebut kembali bahwasannya konsumsi termasuk pengeluaran rumah tangga terhadap barang akhir dan jasa, termasuk barang tahan lama seperti furniture, barang tidak tahan lama seperti makanan, dan jasa seperti pendidikan. Investasi, dalam pengertian lain, adalah kandungan atas barang produksi yang digunakan untuk produksi selanjutnya, termasuk peralatan seperti mesin tenun, gedung seperti rumah dan pabrik, dan peralatan seperti mobil di dealer. Konsumsi adalah komponen terbesar dalam GDP.
Apakah Produk Domestik Bruto itu? Itu adalah nama yang kita berikan untuk nilai dollar total dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam tahun tertentu. GDP digunakan untuk berbagai tujuan, namun salah satu tujuan terpentingnya adalah untuk mengukur keseluruhan performa ekonomi. GDP merupakan pengukuran yang paling luas dari total output barang dan jasa suatu negara. Ini merupakan jumlah nilai dollar dari konsumsi (C), investasi (I), pembelanjaan pemerintah terhadap barang dan jasa (G), dan ekspor bersih (X-M). (Samuelson: 2009)
Untuk membantu kita mengerti pergerakan dalam konsumsi dan tabungan pribadi, kita perlu untuk mengukur total pendapatan yang diterima oleh rumah tangga. Dalam hal ini, kita memiliki sebuah seri data bulanan dalam personal income atau PI. PI merupakan semua pendapatan, baik sebagai pendapatan faktor atau transfer, yang sesungguhnya diterima oleh rumah tangga. Berapa banyak dollar per tahun yang seharunsnya disediakan tiap orang dan keluarga untuk dibelanjakan? Konsep Disposible Income mencoba menjawab pertanyaan ini. Untuk mendapat nilai DI, kita secara sederhana mengurangi pajak pribadi dari PI. DI adalah apa yang sesungguhnya ada pada tangan publik, untuk digunakan sebagaimana diinginkan.
Keluarga miskin harus mengeluarkan pendapatan mereka lebih besar pada kebutuhan hidup, makanan dan perumahan. Karena pendapatan meningkat, pengeluaran akan banyak barang makanan naik. Orang makan lebih banyak dan lebih baik. Mereka bergeser dari yang murah dari, karbohidrat yang besar menjadi daging yang lebih mahal, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Akan tetapi, ada batasan terhadap uang ekstra yang akan dibelanjakan orang terhadap makanan ketika pendapatan mereka meningkat. Akibatnya, proporsi dari total pengeluaran diberikan untuk penurunan makanan saat pendapatan naik. (LPEM FE-UI: 2010)
Apa kaitan antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan? Sesungguhnya, idenya adalah sederhana. Tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi. Artinya, tabungan sama dengan pendapatan dikurangi konsumsi. Studi terhadap perilaku tabungan menunjukkan bahwa orang kaya menabung lebih banyak dari orang miskin, tidak hanya bersifat mutlak tetapi juga dari persentase pendapatannya. Orang yang sangat miskin tidak mampu menyimpan uangnya semua. Sebagai gantinya, sepanjang mereka dapat meminjam atau membawa kekayaannya, mereka cenderung untuk tidak menabung. Artinya, mereka cenderung untuk membelanjakan lebih banyak daripada yang dapat diperoleh, sehingga menurukan akumulasi tabungan mereka atau berhutang lebih banyak. Hubungan antara pendapatan dan konsumsi atau tabungan sangat penting bagi isu-isu ekonomi. Tapi dalam kajian ini kita beralih kepada aspek konsumsi yang berhubungan kepada output keseluruhan dan pengangguran. (Samuelson: 2009)
Fungsi konsumsi menunjukkan tentang hubungan antara tingkat pengeluaran konsumsi dan pendapatan rumah tangga. Faktanya adalah tabungan sama dengan pendapatan dikurangi konsumsi yang berarti kita dapat dengan mudah menurunkan sebuah hubungan yang baru, yaitu fungsi tabungan. Marginal Propensity to Consume (MPC) adalah nilai tambah yang dikonsumsi orang ketika mereka menerima tambahan pendapatan. Marginal Propensity to Save (MPS) diartikan sebagai pecahan terhadap tambahan pendapatan yang menjadi tambahan tabungan. (LPEM FE-UI: 2010)
Investasi memainkan dua peran dalam ekonomi makro. Pertama, karena merupakan komponen pembelanjaan yang besar dan mudah berubah, perubahan yang tajam dalam investasi dapat menyebabkan dampak yang besar terhadap permintaan agregat dan memengaruhi output serta pengangguran Selain itu, investasi mengarah pada akumulasi modal. Kita mendefinisikan investasi sebagai tambahan terhadap akumulasi saham atas barang modal, barang modal seperti perlengkapan, bangunan, atau persediaan. Ada tiga unsur penting untuk memahami investasi: penerimaan, biaya, dan harapan (ekspektasi).
Investasi akan memberikan tambahan penerimaan perusahaan hanya jika kegiatan investasi membantu perusahaan menjual barang lebih banyak. Hal tersebut akan menghasilkan tingkat output secara keseluruhan. Faktor penentu kedua dari tingkat investasi adalah biaya investasi. Ketika kita menelaah biaya dari investasi, kita menemukan bahwa hal tersebut merupakan hal yang lebih sulit dibandingkan memperhitungkan biaya komoditas lain seperti pangkas rambut atau bioskop. Selain itu, pajak pemerintah dapat memengaruhi biaya invetasi. Faktor penentu ketiga yang memengaruhi investasi adalah sikap dari ekspektasi dan kepercayaan bisnis. Sehingga keputusan bisnis bergantung pada harapan di masa depan, meskipun buruk, mereka tetap bergantung pada hal tersebut yang sangat sulit diprediksi. (
LPEM FE-UI: 2010)
Pemerintah memengaruhi investasi dengan menggunakan kebijakan moneter, selain program pajak, dan juga unsur umum dari kebijakan makro. Dalam membuat keputusan investasi, tingkat suku bunga riil adalah ukurannya. Tingkat riil dari suku bunga mengkoreksi tingkat bunga nominal dari inflasi. Sehingga, tingkat suku bunga riil = tingkat bunga nominal – tingkat inflasi. (LPEM FE-UI: 2010)
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah. (Samuelson: 2009)
Faktor yang memengaruhi Pendapatan Nasional, meliputi:
  • Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
  • Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
  • Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

2.2 Investasi Pasar Modal
Keberadaan pasar di suatu negara merupakan kebutuhan untuk menggerakkan ekonominya. Secara umum kata pasar berarti tempat di mana penjual dan pembeli bertemu. Kegiatan yang beragam di suatu pasar, menentukan jenis pasar tersebut. Pasar gelap merupakan pasar dengan transaksi tanpa adanya pembentukan harga yang transparan, bahkan kadang-kadang transaksinya dilakukan bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku. Pasar bebas terbuka merupakan kegiatan transaksi surat-surat berharga secara terbuka dengan mekanisme pembentukan harga yang transparan, serta kegiatannya diatur berdasarkan peraturan yang baku. Pasar jenis ini umumnya disebut pasar yang terorganisir atau bursa. Berdasarkan objek yang diperdagangkan, pasar terorganisir ini ada yang disebut pasar modal dan pasar komoditi. Di banyak negara, kedua jenis pasar ini dijadikan pilar ekonomi yang terus dijaga perkembangannya. (Scott David: 1997)
Pasar modal dan pasar komoditi merupakan dua pilar yang penting bagi perkembangan ekonomi suatu negara. Meskipun sedikit terlambat kedua jenis pasar ini baru terbentuk setelah 40 tahun kemerdekaan Indonesia. Sebenarnya sejak zaman penjajahan Belanda telah ada sejenis pasar ini, meskipun penyelenggaraannya masih sederhana. Berdasarkan Undang-Undang No.8 tahun 1995 (BNNo. 5790hal. SB-22Bdst)tentang Pasar Modal, penyelenggaraan pasar dilakukan oleh Bursa Efek Jakarta. Dengan bergabungnya Bursa Efek Jakarta dengan Bursa Efek Surabaya, saat Ini menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang transaksinya telah "scriptless" dan "floorless". (Adler Manurung: 2009)
Pasar Modal merupakan pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penjual dan pembeli efek. Hal ini mengandung arti pula pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka. Sedangkan efek berarti surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek. Pasar  Modal  pada  hakekatnya  adalah  pasar  yang  tidak  berbeda  jauh  dengan  pasar tradisional yang selama ini kita kenal, di mana ada pedagang, pembeli, dan juga tawar menawar  harga. 
Pasar  modal  dapat  juga  diartikan  sebagai  sebuah  wahana  yang  mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan  yang  ditetapkan  oleh  lembaga  dan  profesi  yang  berkaitan  dengan  efek.  Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal telah menggariskan bahwa Pasar Modal mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Pertumbuhan suatu Pasar Modal sangat tergantung dari kinerja perusahaan efek. Untuk mengkoordinasikan modal, dukungan teknis, dan sumber daya manusia dalam pengembangan Pasar Modal diperlukan  suatu  kepemimpinan  yang  efektif.  Perusahaan-perusahaan  harus  menjalin  kerja sama yang erat untuk menciptakan pasar yang mampu menyediakan berbagai jenis produk dan alternatif investasi bagi masyarakat. (Marzuki, Widjanarko, dan Sjahrir: 1990)
Pasar  Modal  didefinisikan  sebagai  pasar  untuk  berbagai  instrumen  keuangan (sekuritas)  jangka  panjang  yang  bisa  diperjualbelikan,  baik  dalam  bentuk  hutang maupun  modal  sendiri,  baik  yang  diterbitkan  oleh  pemerintah,  publik  authorities maupun perusahaan swasta. Penawaran  umum  adalah  kegiatan  yang  dilakukan  emiten  untuk  menjual  efek  kepada  masyarakat,  berdasarkan  tata  cara  yang  diatur  oleh  undang-undang  dan  peraturan  pelaksanaannya.  Kegiatan  ini  lebih  populer  disebut  dengan  go  public.  Emiten  adalah  pihak  (perusahaan)  yang  melakukan  penawaran  umum  dengan  tujuan  untuk  memperoleh  dana  melalui pasar  modal.  Sedangkan  masyarakat  yang  memberikan  dana  kepada  perusahaan  dengan membeli  saham  atau  obligasi  yang  diterbitkan  dan  dijual  oleh  perusahaan  disebut  sebagai pemodal (investor). (David: 1997)
Adapun tujuan penggunaan dana dari hasil go public pada umumnya digunakan untuk:
a.   Ekspansi
Dalam kehidupan suatu perusahaan akan diusahakan untuk melakukan perluasan dalam kegiatan  operasinya.  Perluasan  ini  dapat  berupa  peningkatan  kapasitas  produksi  maupun diversifikasi jenis produk. Terkadang perusahaan tidak mungkin untuk memperoleh modal dari para pemegang saham yang berupa modal disetor, sehingga diputuskan untuk memperoleh modal dari luar perusahaan, yang dapat berupa pinjaman dari pihak lain atau dapat berupa penjualan saham baru kepada pihak lain di luar para pemegang saham yang sudah ada.
b.   Memperbaiki struktur permodalan
Modal  suatu  perusahaan  terdiri  dari  modal  sendiri  (equity)  dan  modal  pinjaman. Setiap pinjaman tentu saja harus membayar bunga. Terkadang perusahaan mengalami kerugian hanya karena beban pinjaman terutama pinjaman dari mata uang asing di masa-masa nilai rupiah terdepresiasi tajam. Dengan demikian perusahaan akan dibebani pembayaran bunga  yang  meningkat.  Bila  hal  ini  berlangsung  dalam  jangka  waktu  lama,  perusahaan dapat  mengalami  kebangkrutan.  Salah  satu  tindakan  penyelamatan  adalah  dengan  mengurangi  jumlah  hutang,  yaitu  dengan  menggantikannya  menjadi  modal  saham,  yang berarti  perusahaan  akan  menjual  saham  baru  untuk  membayar  hutang  yang  sangat membebani tadi. Tindakan ini dikenal sebagai restrukturisasi modal.
c.   Untuk melakukan pengalihan pemegang saham (divestasi)
Perusahaan  yang  melakukan  go  public  adalah  perusahaan  yang  secara  hukum  dan  nyata sudah beroperasi/menjalankan usahanya, yang sudah tentu telah ada pemilik dan pemegang  sahamnya.  Dengan  pertimbangan  tertentu  terkadang  pemegang  saham  tadi  ingin melepaskan/mengalihkan saham yang dimiliki ke pihak lain. Hal ini mudah dilakukan jika memang telah ada pula pihak yang bersedia membelinya, akan tetapi jika tidak maka pemilik saham dapat memilih pasar modal sebagai tempat untuk menawarkan sahamnya secara umum (public offering). Pengalihan saham dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru disebut sebagai divestasi (divesment).



2.3 Hubungan antara Pendapatan Masyarakat dan Investasi pada Pasar Modal
Bursa  Efek  terus  berkembang  seiring  dengan  bertambahnya  usia,  dan  keadaanpun semakin menunjukkan bahwa efek semain banyak peminatnya. Ramainya tanggapan publik dan  selalu  bertambahnya  perusahaan  yang  Go  Public  adalah  wujud  dari  kemajuan  Bursa Efek.  Perkembangan  Bursa  Efek  yang  terjadi  kini  adalah  berkat  perjuangan  BAPEPAM, perusahaan  yang  memasyarakatkan  sahamnya,  Pemerintah,  Lembaga  Penunjang,  dan  masyarakat  yang  turut  meramaikan  perdagangan  saham  dan  turut  berpartisipasi  menginvestasikan  kelebihan  dananya.  Dibandingkan  dengan  situasi  bursa  efek  pada  sekitar  10  tahun yang lalu, keadaan ini memang sangat jauh berbeda.
Pasar   Modal   sebagai   bagian   dari   intermediasi   keuangan   antara   lain; perbankan, lembaga keuangan non bank, leasing, asuransi, dana pensiun dan modal ventura.Sektor  keuangan  pada  umumnya  dan  pasar  modal  pada  khususnya  telah menjadi salah satu indikator dalam mengukur perkembangan ekonomi pada umumnya. Walaupun  perkembangan  pasar  modal  saat  ini  menunjukkan  perkembangan yang cukup berarrti, namun pengerahan dana yang dihimpun oleh Pasar Modal melalui perdagangan efek-efek (surat-surat berharga seperti : saham, obligasi, dll) masih relatif kecil  dibandingkan  dengan  dana  yang  dihimpun  melalui  perbankan.  Akan  tetapi optimisme   kesuksesan   pasar   modal   di   masa   yang   akan   datang   akan   menjadi kenyataan dengan melihat potensi yang besar baik dari segi demand maupun supply. (Sri Adiningsih: 2010)
Permasalahan  utama  dalam  keputusan  investasi  adalah  bagaimana  menaksir profitabilitas   (menguntungkan/tidaknya   suatu   usulan   investasi.   Pada   umumnya investasi selalu mengandung risiko bagi investornya, misalkan investasi pada aktiva riil (real  assets)  seperti  membangun  pabrik,  membuat  produk  baru,  mengganti  mesin, dll.Selain itu terdapat pula investasi yang cenderung bebas risiko yaitu investasi pada surat-surat  berharga  /  efek  (financial  assets)  seperti  obligasi,  sertifikat  dana  reksa, deposito, dll.
Berbagai  jenis  investasi  memiliki  risiko  yang  berbeda-beda  pula,  maka  tingkat keuntungan   yang   disyaratkan   oleh   masing-masing   investasi   berbeda-beda   pula, sehingga  semakin  tinggi  suatu  risiko  suatu  investasi,  semakin  besar  pula  tingkat keuntungan yang didapatkankan. (Marzuki, Widjanarko, dan Sjahrir: 1990)
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena menjalankan dua fungsi, yaitu:
·         Sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain
·         Menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.
Indikator pembangunan ekonomi sudah dijelaskan seperti penjelasan di halaman sebelumnya, dan dengan demikian kita dapat menelaah alasan mengapa pasar modal dapat menjadi salah satu indikator pembangunan ekonomi. Hal-hal tersebut ialah sebagai berikut:
1. Peningkatan kualitas produksi
Setiap perusahaan yang berkecimpung di pasar modal tentunya akan memiliki dana tambahan saat investor menanamkan sahamnya dalam perusahaan tersebut. Perusahaan, baik dalam menghasilkan barang maupun jasa, akan mampu meningkatkan kualitas output atau produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya. Salah satu contohnya ialah PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk yang baru-baru ini masuk dalam kategori 50 perusahaan yang memberikan kontribusi terbaik di Asia berkenaan dengan hasil produksi yang memuaskan. Bangsa Indonesia tentunya bangga akan pencapaian ini. Masih banyak lagi perusahaan-perusahaan terbuka lainnya yang mampu membukukan high profit sehingga berimbas pada kemajuan perekonomian Indonesia.
2. Kenaikan persentase jumlah GNP lebih besar daripada persentase kenaikan jumlah penduduk.
Penduduk Indonesia yang kurang lebih berjumlah 220 juta jiwa semakin mengukuhkan pentingnya keberadaan pasar modal di Indonesia. Jumlah emiten yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta baru berjumlah 353 perusahaan. Jumlah ini besar kemungkinan akan semakin bertambah mengingat semakin dibutuhkannya investasi bagi perusahaan. Output yang dihasilkan perusahaan menjadi tolok ukur perhitungan GNP Indonesia. Tingginya GNP menjadi indikator bahwa pendapatan nasional suatu negara juga tinggi. Untuk mencapai totalitas yang tinggi atas pendapatan nasional, perusahaan perlu untuk go public dan hal ini akan dicapai apabila pemerintah mampu merangsang pengusaha untuk mau terdaftar di bursa. Pasar modal menjadi jawaban apabila pemerintah hendak mencapai kenaikan persentase GNP yang lebih besar daripada kenaikan jumlah penduduk. Jumlah emiten harus semakin bertambah sehingga investor semakin memiliki banyak pilihan untuk berinvestasi dan dapat mendiversivikasikan portofolio sahamnya. Hal tersebut sudah dibuktikan di negara maju seperti Amerika Serikat yang kemajuan perekonomiannya ditunjang oleh pasar modal. Dan hasilnya dapat dilihat, penduduknya sejahtera, rendahnya angka kemiskinan, dan majunya sektor-sektor lainnya seperti pendidikan dan kesehatan karena pemerintahnya mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif. (Adler Manurung: 2009)
3. Peningkatan GNP dari tahun ke tahun disertai perubahan struktur ekonomi tradisional menjadi modern, serta ditandai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Struktur ekonomi Indonesia jelas sudah beranjak menjadi modern. Hal ini dibuktikan dengan adanya uang sebagai alat tukar, munculnya perbankan, dan tentunya keberadaan pasar modal. Harus diakui bahwa pasar modal Indonesia masih kalah dengan pasar modal di Singapura dan Jepang. Hal ini dibuktikan dengan nilai indeks harga saham gabungan yang masih jauh bila dibandingkan dengan negara-negara tersebut. Namun hal tersebut tetap bukan menjadi alasan untuk menghalangi posisi pasar modal sebagai salah satu institusi kemajuan pembangunan perekonomian Indonesia. Keberadaan pasar modal di Indonesia, yang mekanisme pencatatan dan perdagangannya sudah computerize, dapat berhasil seiring dengan perkembangan teknologi. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sedang dalam proses untuk menapaki peningkatan GNP dari tahun ke tahun serta ditandai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, lagi-lagi peran pemerintah sangat diperlukan dalam mengelola pasar modal Indonesia, dalam hal ini Menteri Keuangan dan Bapepam, sehingga iklim investasi semakin mudah dilakukan dan aman dalam pelaksanaannya. Kemudahan investasi ini dapat dilakukan dengan menciptakan instrumen baru dalam investasi dan regulasi peraturan di reksadana. Sementara situasi keamanan dalam hal ini tidak hanya keamanan yang bersifat emosi dan fisik, tapi juga situasi keamanan keuangan seperti laju inflasi yang terkendali dan stabilitas nilai tukar rupiah.
4. Kenaikan GNP disertai peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pendapatan, dan pertumbuhan penduduk.
Pemerintah manapun di dunia ini pasti menginginkan masyarakatnya sejahtera. Beberapa indikatornya antara lain rendahnya kemiskinan, tingginya konsumsi, serta pemerataan pendapatan. Pasar modal hadir sebagai sebagai salah satu alternatif peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pendapatan, dan pertumbuhan penduduk. Seperti yang telah diungkapkan pada pembahasan sebelumnya, perusahaan yang berkecimpung di pasar modal (dalam hal ini BEI) akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan GNP dalam hal totalitas produksinya. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena kebutuhan konsumsi mereka terpenuhi. Contohnya layanan perbankan yang memadai, jaringan telekomunikasi yang lancar, dan banyak contoh lainnya. Selain itu, apabila masyarakat dapat berinvestasi di pasar modal, maka keuntungan dari penjualan saham pada saat bullish market dan pembagian dividen akan menciptakan pemerataan pendapatan masyarakat. Dalam hal ini, pemerataan pendapatan bukan dihitung dari pendapatan individual karena hal itu sulit untuk terjadi. Tapi pemerataan pendapatan ini didapat dari rasio antara GNP dan jumlah penduduk. Pada dasarnya, investasi di pasar modal membutuhkan modal yang sangat besar. Selain itu, untuk berinvestasi hendaknya jangan menggunakan uang yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Robbert Ang dalam bukunya tentang pasar modal mengatakan, “If you still need the money to finance your kid’s study, don’t invest in capital market”. Namun masih ada salah satu instrumen pasar modal yang dapat digunakan masyarakat apabila dana yang dimilikinya tidak begitu besar, yaitu reksadana. Umumnya, reksadana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. (Marzuki, Widjanarko, dan Sjahrir: 1990)

2.4    Strategi Revitalisasi dan Reposisi Pasar Modal Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia.
Setelah mengerti bahwa pasar modal merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan ekonomi, marilah kita beranjak untuk menganalisis apa saja langkah yang perlu dilakukan, khususnya oleh pemerintah, sebagai strategi untuk merevitalisasi dan mereposisi pasar modal Indonesia dalam pembangunan ekonomi. Langkah strategis sangat diperlukan agar pasar modal Indonesia tidak hanya mampu menjadi icon pasar modal modern di Asia Tenggara, namun juga dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup perekonomian negara Indonesia yang tercinta ini. (Sri Adiningsih: 2010)
1. Meningkatkan pemahaman terhadap pasar modal
Pasar modal tidak akan berkembang apabila industri efeknya tidak menguntungkan. Pengusaha atau investor hanya akan menanamkan modalnya dalam jumlah besar untuk menciptakan industri efek domestik apabila hasil investasi yang diharapkan dari perusahaan efek cukup kompetitif dibandingkan alternatif investasi lainnya. Industri efek akan mempunyai prospek yang baik apabila industri tersebut mampu menyediakan produk dan layanan yang berkualitas dengan biaya investasi dan biaya operasi yang relatif murah.
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, perusahaan efek perlu membuka agen penjualan di seluruh tanah air. Hingga saat ini, perusahaan sekuritas dalam bentuk reksadana sudah menyebar di beberapa kota besar. Yang menjadi masalah adalah sosialisasi yang kurang gencar tentang pasar modal dan reksadana kepada masyarakat. Jangan sampai kasus Trimegah Sekuritas terulang kembali, dimana saat itu para investor melakukan redemption besar-besaran sehingga nilai aktiva bersih turun drastis. Dunia pendidikan dapat menjadikan pasar modal sebagai mata pelajaran tersendiri di tingkat SMA, bukan bagian dari mata pelajaran ekonomi, untuk mengembangkan wawasan pasar modal di kalangan remaja.
Pengetahuan pasar modal bagi masyarakat sangat diperlukan jika kita ingin semakin memvitalkan peranan pasar modal bagi pembangunan perekonomian. Seminar, pelatihan, dan diskusi tentang pasar modal dapat terus dilakukan dan semakin gencar agar masyarakat tidak ketinggalan mengenai informasi ini. Kesalahpahaman informasi dapat membuat kesalahan persepsi tentang pasar modal, seperti yang sering diungkapkan bahwa kegiatan pasar modal adalah judi. Pasar modal bukanlah kegiatan judi. Transaksi di pasar modal dalam bentuk pembelian saham merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai bagian pengalihkuasaan atas hak kepemilikan saham. Mengenai penjualan saat harganya tinggi bukanlah alasan yang kuat untuk mengatakan hal tersebut adalah judi. Mengingat negara Indonesia sangat majemuk dan memiliki lima ajaran agama yang diyakini membuat ilmu ekonomi normatif cenderung diabaikan dan lebih mengedepankan ilmu ekonomi positif. (Adler Manurung: 2009)
2. Menciptakan iklim investasi yang kondusif
Untuk melindungi investor dalam berinvestasi, baik asing maupun domestik, pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif. Indeks harga saham gabungan yang fluktuatif sangat terpengaruh oleh berbagai pengaruh, baik politik, hukum, dan keamanan. Oleh karena itu, pemerintah harus segera melakukan tindakan proaktif dalam menstabilkan situasi politik dan tentunya sambil menjaga kestabilan aspek lainnya. Pembangunan infrastruktur, pemberantasan korupsi, dan regulasi undang-undang yang memudahkan investasi akan sangat membantu dalam menciptakan iklim pasar modal yang memadai. (Sri Adiningsih: 2010)
Pembenahan teknis lainnya, seperti prinsip kelangsungan hidup ekonomis industri efek, penekanan biaya transaksi serendah mungkin, prinsip keterbukaan, dan mempertahankan pasar yang wajar dan teratur dapat juga ditempuh pemerintah agar investasi semakin mudah dan sehat. Kemudahan investasi adalah jalan untuk pemerataan pendapatan masyarakat serta merangsang investor domestik dan asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. (Adler Manurung: 2009)
Iklim investasi yang kondusif sangat penting jika masyarakat Indonesia dituntut peranannya dalam dunia pasar modal. Dengan memiliki saham suatu perusahaan, maka akan timbul prestise tersendiri dalam diri seseorang dan akan membangkitkan cinta atas produk-produk perusahaan, khususnya perusahaan domestik yang semakin berkembang. Jika perusahaan domestik berkembang, seperti PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk, maka hal tersebut akan meningkatkan GNP negara dan pasar modal akan semakin vital posisinya sebagai salah satu indikator pembangunan perekonomian Indonesia. (Eny: 2011)
Dari perjalanannya selama lebih dari sepuluh tahun, Pasar Modal berkembang cukup pesat dan tepat arah. Pasar Modal telah memberi banyak manfaat bagi para emiten dalam menggalang dana bersumber dari masyarakat dalam dan luar negeri. Demikian pula sebagian masyarakat yang jumlahnya masih sangat sedikit (sekitar 300.000 investor) kadang-kadang sudah menikmati "gain" dan "deviden" dari investasinya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sumber dana perusahaan tidak bergantung lagi hanya dari pinjaman bank, tetapi kini dapat diperoleh dengan menjadi perusahaan publikdan menjual sahamnya melalui pasar modal. Selain Itu dimungkinkan pula mencari dana dengan menerbitkan obligasi/ surat utang yang juga dijual melalui pasar modal. (Eny: 2011)
Di banyak negara pasar modalnya telah sedemikian maju, sehingga bukan hanya dunia usahanya yang menarik manfaat, juta berjuta-juta masyarakatnya memperoleh tambahan pendapatan dari investasinya di pasar modal. Bursa Saham New York, 17 November 2010 mencatat sejarah penggalangan dana terbesar (USD 23,l miliar) sepanjang sejarah yang dilakukan pembuat kendaraan mobil GM (General Motor). China selama 10 tahun terakhir terdapat 3019 perusahaan berhasil menggalang dana melalui pasar modal setempat dan Juga dengan memanfaatkan pasar modal global. (Adler Manurung: 2009)









BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Secara umum, penulis melihat ada dua (2) pandangan masyarakat mengenai pasar modal. Sebagian masyarakat berpandangan, bahwa investasi di pasar modal memiliki nilai keuntungan yang besar, tetapi sebagian masyarakat lainnya berpandangan, bahwa pasar modal merupakan kelemahan sebuah sistem investasi. Apabila menilai secara objektif (dengan perhitungan beban resiko secara proposional), mungkin pasar modal dapat memberikan keuntungan yang sangat besar, tetapi tidak semua orang yang berinvestasi di pasar modal akan mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini, menurut penulis banyak faktor yang dapat mempengaruhi nilai ekonomis di pasar modal, seperti kekuatan untuk menganalisa data-data ekonomis yang berkembang, serta memiliki kemampuan analisa terhadap setiap kebijakan pemerintah yang dikeluarkan.
Menurut penulis, hakikat pasar modal merupakan sarana bertemunya permintaan modal dengan penawaran modal. Baik penawaran modal yang bersifat jangka panjang, maupun penawaran modal dalam jangka pendek. Menurut pengakuan sebagian masyarakat, apabila meninjau kepada keberadaan pasar modal, maka pasar modal dapat memberikan peran besar bagi perekonomian suatu negara, karena pasar modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.
Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Dengan adanya pasar modal maka perusahaan publik dapat memperoleh dana segar masyarakat melalui penjualan Efek saham melalui prosedur IPO atau efek utang (obligasi). Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana,sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.Walaupun banyak manfaat yang dapat diperoleh melalui pasar modal, tetapi banyak sebagian masyarakat yang lain beranggapan, bahwa keuntungan yang diperoleh oleh negara berkembang lebih sedikit, dari pada keuntungan yang diperoleh oleh negara-negara maju.
Sebagian masyarakat beranggapan bahwa, perkembangan kapitalisme saat ini, peran industri pasar modal sebagai bagian industri keuangan merupakan sesuatu yang penting dan strategis terutama sebagai sarana pembentukan modal. Selain itu, pihak-pihak yang telah mengalami over kapital, pasar modal menjadi pilihan alternatif untuk tetap menjaga modalnya tersebut sehingga tetap berakumulasi terus menerus.
Dari penelusuran penulis di beberapa surat kabar, penulis menemukan kehawatiran masyarakat terhadap kelemahan sistem pasar modal, karena menurut masyarakat, pasar modal dapat memberikan peluang untuk melakukan pencucian uang secara diam-diam bahkan pencucian uang secara legal. Namun, terlepas dari masyarakat yang berpandangan negatif terhadap keberadaan pasar modal, kegiatan perdagangan di pasar modal tidak dapat dilepaskan dengan resiko tinggi dalam berinvestasi. Sehingga sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam pasar modal, maka harus diperhatikan mengenai tingkat risiko yang terkandung (high risk). Karena resiko yang mungkin timbul, harus dapat diperkirakan dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dari investor bersangkutan.
Apabila meninjau motif dari kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan investasi di pasar modal, maka ada tiga (3) alasan kelompok masyarakat melakukan investasi di pasar modal, seperti :
1. Alasan untuk mendapatkan pendapatan yang tetap dari hasil investasi pertahunnya, sihingga kelompok masyarakat ini, akan membeli saham pada perusahaan yang sudah mapan dan memberikan dividen secara regular.
2. Alasan untuk jangka panjang dan memberikan hasil yang besar di masa datang, sehingga kelompok masyarakat ini, melakukan investasi pada saham perusahaan yang sedang berkembang.
3. Alasan untuk kepentingan pendapatan yang tetap, sehingga kelompok masyarakat ini, pada umumnya selalu membeli obligasi dengan bunga yang bersaing sebagai pendapatan yang bersifat tetap.
Apabila ditinjau secara umum, manfaat dari keberadaan pasar modal jauh lebih banyak dari pada dampak negatif yang ditimbulkan, karena secara umum dampak positif dari adanya pasar modal adalah :
1. Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha, dan memberikan alokasi dana secara optimal.
2. Memberikan wahana investasi yang beraneka ragam untuk masyarakat, sehingga dapat memberikan diversifikasi.
3. Menyediakan leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu negara.
4. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.
5. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme menciptakan iklim berusaha yang sehat serta mendorong pemanfaatan manajemen profesional. sesuai dengan tingkat risiko yang dapat ditanggung.

3.2 Saran
Walaupun pasar modal memiliki keuntungan dan resiko, tetapi masyarakat seharusnya dapat melakukan analisa perusahaan publik yang ada, perlu memperhatikan kemampuan dan kesiapan investor. Seperti memilih jenis investasi untuk jangka waktu yang panjang dengan mendapatkan dividen yang relatif stabil atau menginginkan keuntungan jangka yang lebih pendek dari segi capital gain akibat pertumbuhan perusahaan.
Di sisi pasar modal di Indonesia, ternyata yang banyak menikmati profit adalah para pelaku pasar yang berjumlah sedikit. Sayangnya lagi, para pelaku pasar ini mayoritas kalangan orang asing. Sehingga perlu kiranya Pemerintah menggalakkan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di Pasar Modal.
Sedangkan di sisi pendapatan, agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih bernilai bagi masyarakat, maka pemerintah seharusnya menggenjot investasi terutama di sektor industri manufaktur. Hal ini dikarenakan dengan berkembangnya industri ini akan menyerap angkatan kerja dalam jumlah yang cukup banyak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar